oleh

Bupati dan Wabup Maros Dapat Pin Kerajaan dari Karaeng Turikale VIII

Lintasan7.com, Maros — Bupati Maros, H.A.S Chaidir Syam SIP MH dan Wakil Bupati Maros, Hj Suhartina Bohari SE menerima kunjungan Karaeng Turikale VIII, Brigjen Pol (P) Dr H Andi Achmad Aflus Mapparessa MM MSi.

Karaeng Turikale didampingi Dewan Adat Kekaraengan Turikale Maros dalam melakukan pertemuan dan silaturrahmi dengan Bupati dan Wabup Maros.

Pertemuan berlangsung di ruang kerja Bupati Maros, Senin sore, 14 Juni 2021.

Dalam pertemuan ini, Karaeng Turikale menyematkan pin Dewan Adat Kekaraengan Turikale Maros kepada Bupati dan Wabup Maros.

Selain pin Kerajaan Turikale, Karaeng Turikale VIII yang juga Ketua Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) menyematkan pin FSKN.

Penyematan pin ini menandai bahwa Chaidir Syam dan Suhartina Bohari menjadi bagian dari keluarga kehormatan Kerajaan Adat Turikale Maros dan warga kehormatan FSKN.

Bupati Maros menyambut baik kunjungan dan silaturrahmi ini. Ia menekankan bahwa Pemkab Maros akan menggelar kegiatan kebudayaan secara berkala, setiap tahun dengan pelibatan dewan adat atau kerajaan adat yang ada di Maros.

Dalam pertemuan itu dibahas sejumlah hal, di antaranya sinergi antara lembaga adat dengan pemerintah daerah dalam melestarikan nilai-nilai adat istiadat dan budaya.

“Karaeng Turikale menekankan bahwa Dewan Adat Kekaraengan Turikale membuka diri untuk membantu pemerintah daerah dalam pembangunan bidang kebudayaan. Sebab pelestarian adat dan istiadat sebagai bagian dari pembangunan kebudayaan mesti dilaksanakan secara bersama,” ujar Sekretaris Dewan Adat Kekaraengan Turikale Maros, AMY Kurniawan, Selasa (15/6/2021).

Selain itu, diusulkan untuk merevitalisasi titik nol Maros yang berada di Turikale, tepatnya di Lingkungan Reda Beru sebagai penanda kota. Revitalisasi itu bisa dalam bentuk membangun tugu atau monumen sebagai penanda.

“Juga diusulkan pencamtuman aksara lontara Makassar-Bugis dalam nama jalan dan papan nama kantor-kantor pemerintah,” tambahnya.

Hal ini dimaksudkan agar nilai-nilai budaya lokal dapat diwariskan kepada generasi muda. Para generasi milenial tak boleh kehilangan identitas adat dan budayanya sebagai jatidiri bangsa.

Dewan Adat Turikale juga mengusulkan dibentuk Kampung Budaya, seperti Desa Wisata, yakni di Lingkungan Reda Beru Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale.

Karaeng Turikale meminta agar gedung atau bangunan bekas kantor Kerajaan Turikale di masa lalu diaktifkan kembali sebagai kantor atau sekretariat Dewan Adat Kekaraengan Turikale.

Bangunan tersebut berada di Jalan Sultan Hasanuddin (poros Maros-Bantimurung) di Lingkungan Reda Beru atau tepat di jantung Kota Turikale di zaman dahulu. Bangunan itu, pernah menjadi kantor Kelurahan Turikale.

Sementara, Wakil Ketua Dewan Adat Kekaraengan Turikale Maros yang juga Dewan Pakar FSKN Wilayah Sulsel, Prof Yusran Yusuf menyampaikan gagasan penguatan kebudayaan lokal sebagai mata pelajaran di sekolah, sebagai muatan lokal.

Hadir pula dalam pertemuan itu, Camat Turikale dan para Lurah di lingkup Kecamatan Turikale.

Dalam kesempatan ini, Karaeng Turikale juga menyampaikan ucapan selamat atas capaian 100 hari kerja Chaidir Syam dan Suhartina Bohari sebagai Bupati dan Wabup Maros. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed